Home arrow Peluang Investasi arrow Bidang Pertanian
Joomla extensions and Joomla templates by JoomlaShine.com
Bidang Pertanian
pertanian.jpg

1. Bidang Pertanian

a. Perkebunan Jagung

Merupakan tanaman pangan yang banyak ditanam petani Sulawesi Selatan akhir-akhir ini karena ekspor yang cukup baik untuk permintaan pakan ternak. Total produksi jagung Sulawesi Selatan adalah lebih kurang 661.241 ton dengan luas tanam 192.456 ha. Mempertimbangkan luas lahan yang tersedia dan maksimalisasi teknologi, diperkirakan produksi jagung masih dapat dinaikkan hingga 2 kali lipat. Daerah yang potensial untuk pengembangan komoditi ini terutama adalah Kabupaten Takalar, Bone, Jeneponto, Bulukumba dan Gowa.

b. Perkebunan Kakao

Lebih kurang 70 % produk ekspor kakao Indonesia berasal dari Sulawesi Selatan sehingga menjadikan Indonesia sebagai negara kedua terbesar penghasil kakao dunia setelah pantai gading. Oleh karena itu tidak salah jika Sulawesi Selatan disebut sebagai Tanah Kakao Indonesia. Pada Tahun 2005 total Produksi Kakao adalah 178.424,61 ton dengan luas wilayah perkebunan kakao mencapai 222.566,82 Ha. Sampai saat

ini kurang dari 10 % produksi biji kakao yang diolah di Sulawesi Selatan menjadi ”bubuk Kakao” dan ”mentega kakao” sisanya langsung diekspor keluar negeri. Lokasi Pengembangan utama komoditi ini adalah Kabupaten Luwu, Luwu Utara dan Luwu Timur.

c. Perkebunan Kopi

Kopi Kalosi dan Kopi Toraja merupakan kopi arabika berasal dari Sulawesi Selatan yang telah dikenal di mancanegara. Produksi kopi arabika pada tahun 2005 adalah 15,190,64 ton dengan luas tanaman 36.232 hektar. Wilayah perkebunan kopi Arabika terutama di wilayah Kabupaten Enrekang dan Tana Toraja. Kopi Robusta adalah jenis kopi lain yang dikembangkan cukup luas di Sulsel, khususnya di wilayah Kabupaten Tana Toraja, Bulukumba, Sinjai, Pinrang. Total produksi Kopi Robusta di Sulsel pada tahun 2005 adalah 16.692,24 ton dengan luas perkebunan 28.692,78 hektar.

d. Perkebunan Jambu Mente

Sebagian besar wilayah Sulawesi Selatan sesuai untuk perkebunan Jambu mete, khususnya Kabupaten Bone, Pangkep, Sidrap, Barru, Bulukumba dan Pinrang. Permintaan ekspor yang semakin baik dari tahun ke tahun menjadikan komoditi ini berkembang dengan pesat. Total produksi mete tahun 2005 adalah 24.419 ton dengan luas kebun yang umumnya adalah kebun rakyat adalah 68.3146 hektar.

e. Perkebunan Vanili

Terdapat di Kabupaten Wajo, Maritim Selayar, Bulukumba

f. Perkebunan Ubi Kayu

Terdapat hampir semua Kabupaten di Sulawesi Selatan.

g. Tambak Udang

Kegiatan Pertambakan Udang Windu berorientasi ekspor masih cukup potensial dan diminati investor. Total luas kawasan tambak udang yang umumnya terkonsentrasi di wilayah pantai barat, khususnya di wilayah Kabupaten Pinrang, Barru dan Pangkep sebesar 98,604 hektar dengan total produksi 12.548 ton.

h. Penangkapan ikan Laut

Produksi ikan laut yang paling besar pada tahun 2004 adalah ikan cakalang dengan total tangkapan 25.307,7 ton kemudian ikan tuna sebanyak 7.063,4 ton. Hasil non ikan lainnya adalah teripang sebanyak 1.052,5 ton dan kepiting 457,6 ton.

i. Budidaya Rumput Laut

Memanfatkan garis pantai sepanjang 2500 km merupakan peluang budidaya rumput laut di Sulsel. Pada Tahun 2004, total produksi rumput laut adalah lebih kurang 4.642,7 ton yang berasal dari budi daya tambak dan laut di perairan Kabupaten Takalar, Jeneponto, Luwu, dan Wajo

j. Penggemukan Sapi

Merupakan komoditi sektor peternakan yang berkembang untuk memenuhi permitaan lokal dan diantar-pulaukan dari Sulsel. Penghasil terbesar sektor ini adalah Kabupaten Gowa, Sidrap,Pinrang,Pare-pare dan Enrekang.



Kategori ini sementara kosong